Bantuan 69 unit Rumah untuk Keluarga Yatim dan Duafa di Aceh

Di pedalaman Aceh, pak Suparman, sang ayah berusia 47 tahun yang bekerja sebagai buruh harian lepas, istrinya Nini Yanti yang berusia 36 tahun dengan disabilitas tuna netra pada mata sebelah kirinya, serta lima orang anak mereka. Kehidupan mereka penuh dengan tantangan, namun penuh dengan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Suparman adalah tulang punggung keluarga, berjuang keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaannya yang tidak menentu sering kali membuat mereka berhadapan dengan ketidakpastian. Kadang-kadang, pekerjaan itu ada, namun seringkali tidak, dan keluarga mereka harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Meski begitu, mereka tak pernah menyerah.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, keluarga Suparman seringkali harus bergantung pada bantuan dari tetangga atau saudara. Kadang-kadang, mereka meminjam sawah orang lain untuk ditanami, namun hasil panennya tidak selalu mencukupi kebutuhan keluarga. Beras, yang menjadi makanan pokok mereka, kadang hanya bisa dibeli jika ada uang, dan jika tidak, Nini Yanti harus meminta pinjaman kepada tetangga atau keluarganya.

Meski dalam keterbatasan, keluarga Suparman tetap berusaha untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Mereka memanfaatkan sekolah negeri yang biayanya gratis, namun perlengkapan sekolah seperti buku tulis seringkali harus dibeli setengah lusin atau seadanya. Baju seragam turun-temurun dari kakak kepada adik, dan kadang-kadang mereka mendapatkan bantuan dari saudara yang memberikan pakaian layak pakai. Jajan sekolah pun menjadi hal yang mewah bagi mereka, hanya bisa diakses jika ada rezeki.

Namun, keluarga Suparman tidak kehilangan harapan untuk mendapatkan rumah yang layak huni, menggantikan rumah mereka yang tidak layak dan menyisakan trauma. Hal ini memberikan mereka semangat baru untuk menjalani hidup. Meski tantangan masih ada, mereka memandang masa depan dengan harapan yang besar.

Harapan terbesar mereka adalah agar anak-anak mereka bisa sukses di masa depan dan tidak pernah merasakan kesulitan seperti yang mereka alami. Mereka berharap agar keluarga Suparman bisa hidup lebih baik lagi, dengan pekerjaan yang lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan mereka tanpa kekurangan. Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga Suparman tetap bersyukur dan tetap berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

Ramadan Berkah, Mari Bersedekah untuk satu unit rumah layak huni dan tahan gempa untuk pak Suparman dan keluarga

  • Islamic Relief Indonesia
    3 Apr 2024
    Proses pembangunan rumah di Aceh

  • Islamic Relief Indonesia
    26 Feb 2024
    Peletekan Batu Pertama

    PELETAKAN BATU PERTAMA

    slamic Relief Indonesia bekerja sama dengan Baitul Mal Aceh, Universitas Syiah Kuala, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melakukan peluncuran program Rumah Yatim dan Dhuafa dengan membangun sebuah rumah percontohan pada tanggal 26 Februari 2024 yang dihadiri oleh BupatiKab Aceh Besar, Baitul Mal, Camat, Danramil, Kapolsek , Babinkantibmas, Babinsa, CEO Islamic Relief Indonesia, dan Pemegang Hak atas nama Suparman, Dinas Sosial, dan aparatur Gampong Seumeureung Kecamatan Suka Makmur – Aceh Besar.

    Setelah rumah percontohan selesai, kami akan lanjut membangun 68 rumah berikutnya yang didukung oleh Islamic Relief Inggris dan Australia, serta Baitul Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Utara.

    Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kerentanan, dan meringankan penderitaan 69 keluarga yatim piatu dan duafa melalui penyediaan rumah yang layak huni, aman, dan tahan gempa 7 skala richter beserta perabotan rumah tangganya. Secara teknis, proyek ini akan dikerjakan bersama dengan fakultas teknik Universitas Syiah Kuala. Universitas akan mengerahkan dosen dan mahasiswanya untuk mendukung kami dalam merumuskan desain rumah dan kebutuhan bahan bangunan, spesifikasi, dan ukurannya, memantau pekerjaan konstruksi, dan mengawasi kualitas bangunan agar sesuai dengan kualitas tahan gempa.

5 Mar 2024

Muslim Aceh Besar
Rp 750.000.000

5 Mar 2024

Muslim Aceh Utara
Rp 210.000.000

5 Mar 2024

Ibu Pram
Rp 200.000

5 Mar 2024

Hamba Alloh
Rp 3.000.000

5 Mar 2024

Edi Fadhil
Rp 4.300.000

5 Mar 2024

Edi Fadhil
Rp 10.000.000

5 Mar 2024

Edi Fadhil
Rp 10.000.000