Response Krisis Kemanusiaan Palestina

Krisis Kemanusiaan di Palestina semakin tidak terkendali. Saat ini korban Jiwa rata-rata hampir mencapai  200 orang per hari.  Menurut laporan yang dikumpulkan oleh Islamic Relief Palestina, total korban jiwa sejak krisis pertama kali merebak sampai 25 Maret 2024 mencapai:

  • 32,333 orang meninggal dunia, termasuk 14,280 anak-anak dan 9,340 perempuan
  • 74,694 orang terluka
  • 7,000 orang hilang, 73% di antara mereka adalah anak-anak dan Perempuan.
  • Diantara yang meninggal dunia, diantaranya ada 136 wartawan, 364 pekerja Kesehatan, dan 48 pegawai negeri setempat

Sementara itu, akibat blokade keluar masuk orang dari Palestina dan truk-truk bantuan kemanusiaan masuk ke Palestina menyebabkan krisis pangan akut yang menimpa 100% penduduk Gaza.  Mengutip berita di BBC (20/3/2024) bahwa penduduk Palestina akan mengalami kelaparan pada bulan May 2024 ini apabila situasi tidak berubah.  Hal ini menjadi kejadian pertama di dunia bahwa seluruh populasi di suatu wilayah mengalami ancaman kelaparan.  

Organisasi-organisasi kemanusian PBB dan NGO internasional maupun NGO setempat berusaha sekuat tenaga memberikan bantuan kemanusiaan.  Namun, check point, blockade, beserta desiran peluru yang bersifat random beserta konflik baku tembak di lapangan yang tidak melindungi pekerja kemanusiaan menyebabkan tumpukan truk bantuan kemanusiaan di perbatasan Palestina.  Hal ini menyebabkan anomaly, di satu sisi jutaan penduduk kekurangan pangan dan kebutuhan dasar lainnya, di sisi lainnya menumpuknya barang bantuan pangan, obatan-obatan, dan alat-alat serta bahan kebutuhan lainnya di perbatasan.   Tercatat, hanya sedikit truk-truk bantuan kemanusiaan itu yang dapat masuk ke Gaza yang menyebabkan antrian Panjang dan tumpukan manusia yang bermaksud mengakses bantuan tersebut.

Islamic Relief Worldwide yang merupakan organisasi kemanusiaan muslim terbesar di dunia, yang memiliki kantor operasi dan fundraising di 45 negara, telah merespon keadaan darurat di Palestina ini sejak pertama kami konflik terjadi tanggal 7 Oktober 2023.  Melalui Islamic Relief Palestina, bantuan kemanusiaan telah diberikan sejak hari pertama melalui Gudang-gudang penyimpanan di sana sehingga sejumlah 2.7 juta unit alat-alat Kesehatan dapat didistribusikan.  Sejauh ini bantuan kemanusiaan keuarga Islamic Relief melalui Islamic Relief Palestina telah berhasil menjangkau lebih dari 500 ribu orang melalui bantuan:

Jenis Bantuan Jumlah Distribusi
Alat Kesehatan 2,274,000 items
Parcel makanan 14,370 keluarga
Voucher Makanan 4,245 keluarga
Sayuran segar 164,919 keluarga
Makanan hangat siap saji 1,583,260 unit
Bahan pangan siap saji 152,613 keluarga
Bahan no – Pangan 25,457 keluarga
Air bersih/Minum 503,065 orang
Hygiene/Dignity Kits 43,970 keluarga
Hygiene Items 254 camp
Dukungan Psychosocial 70,883 anak-anak
Dukungan anak yatim 8,700 anak yatim
Fasilitas dan alat sanitasi 10,000 orang

Ukuran rata-rata keluarga di Palestina adalah 6 orang per keluarga

Pada bulan Ramadhan ini, alhamdulillah Islamic Relief sudah membagikan makanan siap saji untuk berbuka dan sahur untuk 135,036 unit.   Sementara itu, Islamic Relief Palestina mendapatkan kepercayaan dari badan Pangan dunia (WFP = World Food Program) untuk mengelola bantuan pangannya.  Sejauh ini, pembagian bantuan kemanusiaan yang dikelola Islamic Relief dengan pendanaan dari WFP adalah sebagai berikut:

World Food Programme "WFP"

Makanan Siap Saji 5,630,405 unit
Paket Pangan Siap Saji 21,569 Keluarga
Lipid-based nutrient supplement “LNS” (Suplemen ibu hamil, menyusui dan balita) 22,484 orang

Bantuan yang dikelola oleh Islamic Relief Palestina ini masih belum sebanding dengan kebutuhan jutaan warga Palestina yang saat ini berada di pengungsian-pengungsiaan.   Oleh karena itu, Islamic Relief Palestina selalu membuka pintu bagi actor-aktor kemanusiaan lain di dunia, termasuk di Indonesia yang ingin bekerja sama menyalurkan bantuan kemanusiaannya ke Palestina, mengingat kebutuhan bahan pangan dan bahan pokok kehidupan lainnya begitu besar.   Gap yang terjadi di lapangan begitu tinggi, sehingga ancaman kelaparan, penyakit, dan masalah gangguan mental semakin besar berada di depan mata.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp